Culinary Episodes: Menikmati Suasana Berkemah di Camp Coffee and Nature

Sudah lama rasanya saya tidak mengusik sudut kuliner di blog ini. Yah, memang karena sepanjang tahun 2020 kemarin terhalang lockdown pandemi Covid-19 dan rasa malas untuk pergi ke mana-mana. Padahal, saya juga sudah lama tidak berjumpa dengan kawan-kawan akrab saya, Dana dan Azis. Walaupun kami bertiga masih sering berkomunikasi lewat gawai, kurang afdal rasanya bila tak bersua secara langsung, terlebih masih dalam suasana libur akhir tahun. Dan pada akhirnya, saya memutuskan untuk mengajak mereka makan siang bersama kemarin, Senin, 28 Desember 2020.

“Absence makes the heart grow fonder, but it sure makes the rest of you lonely.” - Charles M. Schulz

Kami mengunjungi sebuah tempat yang tergolong baru namun sudah banyak dibicarakan oleh pengguna media sosial, khususnya yang bertempat tinggal di Jogja. Tempat tersebut bernama Camp Coffee and Nature. Dan sesuai namanya, konsep yang diusung oleh kafe sekaligus kedai makan ini memang menjanjikan pengalaman menyeruput kopi dan menikmati hidangan selayaknya sedang berada di perkemahan. Tempat ini berlokasi di Jalan Godean Km. 4,5 (masuk perumahan Griya Mahkota), yang notabene tidak jauh dari rumah saya, mungkin hanya sekitar 10 menit mengendarai sepeda motor.

Kami sampai di sana sekitar pukul 15.00 dan segera disuguhi dengan pemandangan hijau menghampar, beberapa pepohonan teduh dan rindang mengelilingi kafe ini, pun dengan rerumputan yang tumbuh subur. Sayangnya pagi sebelum kami ke sana nampaknya turun hujan sehingga jalan setapak yang ada di sekitar kafe ini becek dan sedikit berlumpur, namun tak masalah.

Kafe ini bisa menampung kurang lebih sekitar 30-40 pengunjung dalam sekali waktu. Ada beberapa jenis meja yang disediakan dan pengunjung bebas memilih tempat favoritnya, tentu bila tempat tersebut belum diduduki oleh pengunjung yang lain. Tempat yang bisa dipilih antara lain: beberapa meja kecil yang ada di dalam tenda besar; meja kecil di bawah terpal lebar; meja lebar memanjang untuk rombongan; beberapa meja di ruang terbuka namun diatapi plastik tebal dan korden minimalis; atau meja kecil lesehan dengan empat tiang mengelilingi sekitar. Kurang lebih bisa dilihat melalui foto-foto di bawah ini. 



Menu yang ditawarkan kafe ini kurang lebih mirip kafe-kafe kopi lainnya, dengan beberapa jenis kopi, susu, atau cemilan. Yang berbeda adalah kita bisa memesan Grill Set untuk merasakan sensasi memanggang daging di tengah hutan layaknya berkemah. Untuk harga menu kopinya dibandrol sekitar 20ribuan, dengan banyak varian kopi, dingin atau panas. Harga menu cemilannya juga tergolong standar. Kami memesan iced coffee, French fries, dan menu Grill Set. Untuk menu Grill Set yang kami pesan adalah Grill Set untuk 4 orang seharga Rp145.000 yang berisi irisan daging sapi yang sudah dibumbui, nasi putih untuk 4 orang, sambal, dan lalapan. Oh iya, untuk menu Grill Set-nya kita akan diberikan kompor gas portable lengkap dengan peralatan memanggang dan alat makan, termasuk piring, sendok, dan sumpit. 






Kami menghabiskan sore kami dengan bercengkerama tentang banyak hal. Termasuk memberi selamat kepada Dana yang akhirnya menemukan tempat kerja baru di SMK Muhammadiyah 1 Sleman setelah sebelumnya mengabdi di sebuah SD di daerah Gamping. Saya dan Azis sangat setuju akan keputusannya, mengingat sebagai guru Bahasa Inggris akan lebih besar peluang bagi karib kami tersebut untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengajar, terlebih bagi siswa SMK yang notabene menggunakan banyak term atau istilah yang lebih rumit dan beragam. Hal ini bisa menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi Dana untuk belajar lebih banyak, di tempat kerja barunya.

Lumayan seru obrolan kami sore itu hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 yang artinya kami harus segera pulang sebelum nyamuk yang sedari awal kami duduk tadi menyedot darah kami lebih banyak lagi. Saya merekomendasikan teman-teman semua untuk mengunjungi tempat ini bersama keluarga atau teman-teman terdekat. Mumpung masih belum begitu ramai. Oh iya, jangan lupa bawa lotion anti nyamuk!


Yogyakarta, 30 Desember 2020




Post a Comment

0 Comments